Ya benar...adakah yang lebih berat daripada hal yang satu ini?
Apakah hal itu? ia adalah amarah, setidaknya ini dilihat dari sisis pandang saya, anda boleh setuju ataupun menolaknya.
anda pernah mendengar bukan bahwa marah itu mudah? tapi untuk marah di saat yang tepat, pada orang yang berhak menerimanya, dengan kadar yang tepat pastinya bukanlah suatu yang mudah.
sepertinya ketika marah logika dan kemampuan berfikir secara rasional hilang tiba-tiba. Yang diinginkan saat itu adalah segera meluapkan dan mengungkapkan segala kejengkelan yang bergejolak di hati. Maka tidak heran jika banyak hal negatif bisa dilakukan oleh orang yang sedang marah. Ada intonasi bicara yang tinggi dan menyakitkan serta menusuk telinga, penganiayaan bahkan pembunuhan bisa terjadi di saat seseorang sedang marah. Hmmm...mengerikan bukan ?.
Apakah hal itu? ia adalah amarah, setidaknya ini dilihat dari sisis pandang saya, anda boleh setuju ataupun menolaknya.
anda pernah mendengar bukan bahwa marah itu mudah? tapi untuk marah di saat yang tepat, pada orang yang berhak menerimanya, dengan kadar yang tepat pastinya bukanlah suatu yang mudah.
sepertinya ketika marah logika dan kemampuan berfikir secara rasional hilang tiba-tiba. Yang diinginkan saat itu adalah segera meluapkan dan mengungkapkan segala kejengkelan yang bergejolak di hati. Maka tidak heran jika banyak hal negatif bisa dilakukan oleh orang yang sedang marah. Ada intonasi bicara yang tinggi dan menyakitkan serta menusuk telinga, penganiayaan bahkan pembunuhan bisa terjadi di saat seseorang sedang marah. Hmmm...mengerikan bukan ?.
Ada banyak akibat negatif yang timbul di saat seseorang sedang marah baik itu baik yang menimpa diri pribadi maupun orang lain. Rasa letih, kesal, tekanan darah naik, stroke, salah mengambil keputusan, permusuhan, rusaknya silaturrahmi adalah sebagian dari akibat negatif yang ada dan masih banyak lagi yang lainnya.
dalam salah satu hadist arba’in, seorang sahabat meminta nasehat kepada Beliau Rasululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam...dan tahukah anda apa isi nasehatnya? ternyata sesuatu nasehat yang begitu singkat. Beliau bersabda : "jangan marah". Si penanya mengulang permintaannya tersebut kepada Rasululloh. Dan Rasululloh pun memberikan jawaban yang sama "jangan marah".
Dalam kitab Al Wafi karangan DR. Musthafa Dieb Al-Bugha disebutkan bahwa kemarahan adalah gejolak dalam jiwa yang mengarahkan pada keinginan untuk berbuat kekerasan dan dendam.
Lebih lanjut lagi dalam kitab tersebut ditulis bahwa kemarahan adalah kumpulan kejahatan. Sebaliknya, mengendalikan marah adalah kumpulan kebaikan. Artinya, Jika tidak marah maka sebenarnya seseorang telah meninggalkan semua kejahatan.Dan barangsiapa yang meninggalkan kejahatan, maka ia akan mendapatkan semua kebaikan. Diriwayatkan dalam sebuah hadist, bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam, “perbuatan apakah yang paling mulia?” Rasululloh menjawab, “Akhlak yang terpuji. Yaitu janganlah kamu marah, meskipun kamu mampu melampiaskan kemarahan.”
Ada satu pengecualian dalam marah ini. Ada satu jenis marah yang dianjurkan yaitu marah untuk membela agama Alloh Ta’ala atau membela kehormatan Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa Sallam dan kaum muslimin yang diinjak-injak.
Maka mari kita mulai dari sekarang gerakan menahan amarah…akan terasa berat di awal. Namun, akan memberikan dampak luar biasa indah pada akhirnya. Biidznillah tentunya…
0 comments:
Post a Comment