CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »
Ya benar...adakah yang lebih berat daripada hal yang satu ini?
Apakah hal itu? ia adalah amarah, setidaknya ini dilihat dari sisis pandang saya, anda boleh setuju ataupun menolaknya.
anda pernah mendengar bukan bahwa marah itu mudah? tapi untuk marah di saat yang tepat, pada orang yang berhak menerimanya, dengan kadar yang tepat pastinya bukanlah suatu yang mudah.
sepertinya ketika marah logika dan kemampuan berfikir secara rasional hilang tiba-tiba. Yang diinginkan saat itu adalah segera meluapkan dan mengungkapkan segala kejengkelan yang bergejolak di hati. Maka tidak heran jika banyak hal negatif bisa dilakukan oleh orang yang sedang marah. Ada intonasi bicara yang tinggi dan menyakitkan serta menusuk telinga, penganiayaan bahkan pembunuhan bisa terjadi di saat seseorang sedang marah. Hmmm...mengerikan bukan ?.
Pastinya akan ada kening yang berkerut saat membaca tajuk tulisan ini (meski tak semua ^^). Apa yang akan saya tulis adalah sebuah nasehat bagi diri pribadi saya (karena saya adalah tipe orang yang takut salah…jadinya tak ada kemajuan berarti…statis…). Semoga bisa memberikan pencerahan  bagi yang lain.
Idenya datang dari Syaikh Hisyam –Guru nahwu kesayangan saya- Murabbi luar biasa yang hanya ada satu di dunia, di sela materi yang beliau sampaikan. Saat itu Beliau memberikan satu soal dan ternyata saya dan teman-teman tidak ada yang punya nyali untuk menjawabnya. Hingga akhirnya beliau menyampaikan satu kalimat yang akhirnya saya jadikan sebagai tajuk.
“Kesalahan” adalah sebuah hal sangat mengerikan, setidaknya bagi orang-orang yang menakutinya. Dan saya rasa jumlahnya tak sedikit (termasuk saya di dalamnya).  Ketakutan ini bukanlah tanpa alasan. Ada banyak alasan yang menjadikan “kesalahan” pantas untuk ditakuti. Dan tiap individu memiliki alasan yang berbeda. Salah satu alasan yang bisa saya ajukan adalah ‘malu’.
Jika kau dihadapkan pada dua pilihan, berpasangka buruk atau berprasangka baik maka manakah yang akan kau pilih?
Saat kau memilih untuk berprasangka buruk maka kau akan mendapat banyak kerugian. Di samping karena ia adalah sebuah dosa, kau juga akan merasakan kekesalan yang luar biasa. Padahal kekesalan itu berpangkal dari alasan yang tak nyata... begitulah hakikat prasangka...
Hatimu pun akan merasa sempit, wajahmu terlihat muram, dan yang pasti akan ada penyesalan yang pahit saat persangkaanmu salah. Padahal di saat yang sama ada begitu banyak titik noda di hatimu akibat ulahnya...ya ulah sang prasangka...